Hadis yang ada didalam islam tentang Market place

Dalam rencana pasar islami, perdagangan adalah perkara yang diperbolehkan , Sebagaimana hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

marketplace

“Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria bersama dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.”

Dalam Islam, umat muslim direkomendasikan untuk berusaha apa saja sepanjang tetap dalam koridor syariah, bermakna sepanjang bisnis itu tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang di syariatkan Allah SWT. Demikian pula dalam hal laksanakan kegiatan ekonomi, seluruh boleh dikerjakan asalkan tidak melanggar aturan-aturan tersebut. Salah satu kegiatan ekonomi dapat nampak dalam pasar, di mana bertemunya antara penjaja dan kastemer untuk laksanakan transaksi atas barang atau jasa, baik dalam wujud produksi maupun penentuan harga. Transaksi jual beli dalam market place dibolehkan dalam Islam sepanjang tidak mempunyai kandungan riba dan hal-hal yang dapat merugikan tidak benar satu pihak, sebagaimana Allah Swt. berfiman dalam QS. Al-Baqarah ayat 275 :

Market Place merupakan area perantara antara penjaja dan pembeli, di mana didalamnya pasti tak lepas bersama dengan kegiatan jual beli yang sudah pasti berkenaan bersama dengan akad antara ke dua belah pihak. Dalam islam mengetahui bahwa akad punyai rukun-rukun yang mesti di penuhi dan jumhur ulama bersepakat tersedia tiga rukun akad yang mesti dipenuhi antara lain:

Kedua belah pihak antara penjaja dan kastemer (Al-Aqidani)

Objek yang diperjual belikan (Mahalul aqad)

Ijab Qabul berbentuk ucapan lisan maupun postingan (Shigat)

Selama ketiga rukun akad terpenuhi maka jual beli yang dikerjakan adalah sah dan bila tidak terpenuhi ketiganya maka jual beli tersebut bathil dan tidak mempunyai kandungan unsur transaksi yang dilarang dalam syariah, diantaranya memperjual belikan barang atau jasa yang haram zatnya dan haram tak sekedar zatnya seperti penipuan (tadlis), penimbunan (ikhtikar), rekayasa pasar seakan dapat pasar itu laku padahal faktanya tidak (Bai Najasy), ketidakjelasan penjaja atau kastemer dalam transaksi (Gharar), riba, jual beli bersama dengan syarat yang dapat mengundang dua akad dalam satu transaksi (Ta’alluq & Two in one).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *